ASET KEUANGAN II
Yuni Suhanti
120413403085
Kamis 4-6
Klaim Utang dan Klaim Ekuitas
Klaim yang
dimiliki oleh pemegang aset keuangan bisa berupa sejumlah uang (pendapatan)
yang tetap,atau jumlah yang bervariasi. Dalam kasus
pendapatan tetap aset keuangannya dinamakan instrument utang. Asset keuangan
yang temasuk dalam kategori ini adalah kredit dan obligasi
Klaim ekuitas atau disebut klaim residual mewajibkan emiten aset keuangan untuk
membayar sejumlah deviden berdasarkan laba yang diperoleh perusahaan. Sehingga
pendapatan yang didapat oleh pemilik aset ini tidak tetap bergantung pada
profit yang dihasilkan perusahaan. Yan termasuk dalam aset keuangan model ini
adalah saham.
Harga Dan Resiko Aset Keuangan
Yang berhubungan langsung dengan konsep harga adalah pendapatan yang
diharapkan dari suatu aset keuangan. Berdasarkan arus kas yang diharapkan dan
harga suatu aset keuangan maka dapat ditentukan tingkat pengembalian yang
diharapkan (expected rate of return). Sebagai contoh jika harga suatu
aset keuangan sebesar $100, dan dalam setahun dari sekarang arus kasnya adalah
$105, maka tingkat pendapatannya adalah 5%.
Jenis aset keuangan, baik instrument utang maupun instrument ekuitas, dan
karateristik dari emiten menentukan tingkat kepastian dari arus kas yang diharapkan.
Sebagai contoh, dengan mengamsusikan bahwa emiten tidak pernah gagal membayar
atas instrument utang yang diterbitkannya, arus kas dari perusahaan sekuritas
dapat diketahui secara pasti. Akan tetapi, yang tidak pasti adalah daya beli
dari arus kas yang diterima.
Dalam kasus obligasi yang diterbitkan pemerintah jepang, arus kas diketahui
secara pasti jika pemerintah Jepang mampu memenuhi kewajibannya. Namun arus kas
mungkin tidak didominasi dalam dollar AS, tetapi dalam yen Jepang. Jadi
walaupun arus kas diketahui secara pasti dalam jumlah yen yang akan diterima,
dari perspektif investor AS, jumlah dollar AS tidak pasti. Jumlah dollar AS
akan tergantung pada kurs antara yen dan dollar pada saat arus kas diterima.
Dari berbagai resiko diatas kita dapat melihat 3 macam resiko yang terdapat
dalam aset keuangan antara lain
1. Resiko yang
berkenaan dengan daya beli potensial dari arus kas yang diharapkan.
2. Resiko
ketidak mampuan emiten memenuhi kewajibannya.
3. Untuk aset
keuangan yang arus kasnya tidak didenominasi dalam dollar AS, terdapat resiko
bahwa nilai tukar akan berubah kearah negative sehingga menghasilkan jumlah
dollar yang sedikit.
Peranan Aset Keuangan
Aset keuangan
memiliki dua fungsi ekonomi utama. Yang pertama adalah untuk mengalihkan dana
dari mereka yang kelebihan dana kepada pihak yang memerlukan dana untuk
berinvestasikan dalam bentuk aset berwujud. Fungsi ekonomi kedua adalah untuk
mengalihkan dana dengan cara sedemikian rupa sehingga resiko yang tidak dapat
dihindarkan dalam arus kas yang dihasilkan asset berwujud, dapat
dialihkan/dibagikan antara mereka yang membutuhkan dana dan mereka yang
menyediakan dana.
Namun, seperti yang akan kita lihat, klaim yang
dimiliki oleh pemegang kekayaan final umumnya berbeda dari kewajiban yang
diterbitkan oleh pencari dana final karena aktivitas dari lembaga perantara
keuangan (financial intermediaries) yang mentransformasikan keawajiban final
menjadi aset keuangan yang disukai oleh publik.
Daftar Rujukan
Rosdyana,
Dewi. 2014. Aset Keuangan, (online),
(http://dewirosdyana.wordpress.com/2014/01/04/aset-keuangan/), diakses
tanggal 13 September 2014.
Antika,
Devi. 2011. PI Aset Keuangan, (online),
(http://deviantika.blogspot.com/2011/12/pi-aset-keuangan_16.html),
diakses tanggal 14 September 2014.
Fabossi, Frank. 1999. Pasar & Lembaga Keuangan. Jakarta: Salemba Empat.
Diulio, E.A. 10993. Theory and Problems of MONEY AND BANKING (Schaum Series). Jakarta: Erlangga.