SISTEM
KEUANGAN II
Yuni Suhanti
120413403085
Kamis 4-6
Keterkaitan
antara Manajemen Keuangan dan Sistem Keuangan
Manajemen
Keuangan menjamin bahawa bisnis itu tetap bertumbuh, tidak melulu mendapatkan
laba yang optimal.
Memperoleh
keuntugan --> Sistanbility -->
Nilai perusahaan --> Memakmurkan pemegang saham
Nilai
Perusahaan diperoleh dari 1. Harga pasar (saham), 2. Nilai Likuidasi
Nilai
Likuidasi adalah nilai jual sebuah perusahaan. Contoh Misalnya seorang
manajemen keuangan membeli sebuah perusahaan dengan harga 1 Milyar kemudian
ditingkatkan setelah 2 tahun dan aset perusahaan menjadi 5 Milyar . Maka 5
Milyar itulah disebut nilai likuidasi.
Terdapat
5 Laporan Keuangan, yaitu:
- Catatan atas Kas
- Arus Kas
- Laporan Rugi/Laba
- Laporan Perubahan Modal
- Neraca
Fungsi
Manajemen Keuangan di Neraca
-
Fungsi Investasi:
Memutuskan berapa persen, proporsi dari Aktiva Lancar dan Aktiva tetap yangakan
dipergunakan.
-
Fungsi Financing:
Fungsi pendanaan --> cara mencari hutan/dana tambahan
·
Cari yang cost of
capital-nya paling rendah.
·
Resiko --> mengidentifikasikan resiko à diketahui dari arus kas (cash inflow dan cash
outflow). Contoh: sebuah perusahaan kelapa sawit pada tahun 1-4 hanya terdapat
cash outflow, tidak ada cash inflow jadi apabila ditawar pinjaman a) bunga 5%,
jangan waktu 3 tahun, atau b) bunga 8%, jangka waktu 6 tahun. Maka perusahaan
akan mengambil pilihan b karena resiko gagal bayarnya lebih sedikit.
-
Membuat Kebijakan
Modal Kerja: Merupakan selisih antara Aktiva Lancar dan Hutang Lancar. Harus
memastikan Aktiva Lancar cukup untuk menjamin Aktiva tetap. Apabila fungsi
investasi dan fungsi financing berjalan sempurna semuanya akan percuma apabila
fungsi membuat kebijakannya buruk karena perusahaan tidak akan mendapatkan
untung.
Hubungan
antara Aktiva Lancar, Aktiva Tetap dan Hutang Lacncar
A T
- A L - H L
Apabila
A L dikurangi H L = 0, maka A T tidak bekerja
Posisi
Pasar Keuangan di A L dan H L
Di
A L = Menerbitkan apa saja yang bisa dijual atau diinvestasikan.
Di
H L = Menerbitkan utang jangka pendek.
Manajemen
Keuangan harus memastikan tidak hanya EAT (Laba Akuntansi) yang positif tapi Laba Ekonomi juga positif.
Unsur
Pokok Sistem Keuangan
1.
Kumpulan Pasar. Bank juga dapat disebut kumpulan pasar.
2.
Institusi/Lembaga. Bank harus sebagai Perseroan Terbatas (PT.)
3.
Tingkat Bunga. Ada bunga simpanan dan
bunga pinjaman.
4.
Peraturan dan Teknik. Sebuah PT yang baru berdiri tidak bisa menjual sahamnya
di pasar uang ataupun pasar modal apabila belum 3 tahun dan itupun harus
menunjukkan laba yang naik secara signifikan.
5.
Jasa-jasa keuangan yang dihasilkan dan diperdagangkan ke seluruh dunia.
Contohnya Bank BNI membuka counter di Arab Saudi, jadi ketika kita menarik uang
di atm otomatis yang keluar berbentuh Real bukan lagi Rupiah. Hal ini
mempermudah transaksi karena tidak perlu menukarkan uang e money changer.
Contoh
Peran Salah Satu Komponen Sistem Keuangan dalam Perekonomian
Apabila
tingkat bunga kredit tinggi (dan loanable fund terbatas) --> total spending rendah --> daya beli rendah -->
pengurangan produksi --> pendapatan masyarakat menurun.
Keadaan
sebaliknya,
Jika
bunga kredit rendah (dan loanable fund) -->
total spending tinggi --> daya beli tinggi -->
produk di pasaran lalu keras -->
penambahan produksi --> pendapatan masyarakat bertambah.
Daftar
Rujukan
Subagyo.
2014. Sistem Keuangan. Disajikan dalam mata kuliah Pasar Keuangan. Jurusan
Manajemen FE UM, Malang, 26 Agustus 2014.
Isnani,
Gatot. Siatem Keuangan. Disajikan dalam mata kuliah Bank dan Lembaga Keuangan
Bukan Bank. Jurusan Manajemen FE UM, Malang, 28 Agustus 2014.
Diulio, E.A. 1993. Theory and
Problems of MONEY AND BANKING (Schaum Series). Jakarta: Erlangga.
Wahyu, J.K. 2009. Catatan Kecil Tentang Ilmu Ekonomi Pengertian Sistem Keuangan, (Online), (http://catatan-ekonomi.blogspot.com/2009/08/pengertian-sistem-keuangan.html/), diakses 23 Agustus 2014.
ga fungsi banget ini
BalasHapus